HIDROLOGI

Friday, 16 October 2015

HIDROLOGI

Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani : Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos, Hydrologia, "ilmu air") adalah cabang ilmu Geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air.
Kajian ilmu hidrologi meliputi hidrometeorologi (air yang berada di udara dan berwujud gas), potamologi (aliran permukaan), limnologi (air permukaan yang relatif tenang seperti danau; waduk), geohidrologi (air tanah), dan kriologi (air yang berwujud padat seperti es dan salju) dan kualitas air. Penelitian Hidrologi juga memiliki kegunaan lebih lanjut bagi teknik lingkungan, kebijakan lingkungan, serta perencanaan. Hidrologi juga mempelajari perilaku hujan terutama meliputi periode ulang curah hujan karena berkaitan dengan perhitungan banjir serta rencana untuk setiap bangunan teknik sipil antara lain bendung, bendungan dan jembatan. [wikipedia].


Dalam siklus hidrologi, matahari dan faktor iklim sangat berperan.
Dampak dari pemanasan sinar matahari, air yang terdapat di permukaan bumi mengalami proses Evaporasi (penguapan) dan Evapotranspirasi (penguapan air oleh vegetasi). Setelah air tadi menjadi uap air, arus udara naik mengambil uap air agar bergerak naik sampai ke atmosfir. Semakin tinggi suatu tempat, suhu udaranya akan semakin rendah. Nantinya suhu dingin di atmosfer menyebabkan uap air mengalami proses Kondensasi (perubahan dari uap air menjadi titik-titik air atau es akibat dari pengaruh suhu udara yang semakin rendah seiring dengan bertambahnya ketinggian pada atmosfer bumi) yang akan membentuk awan. Untuk kasus tertentu, uap air berkondensasi di permukaan bumi dan membentuk kabut.
Apabila awan yang terbentuk tersebut semakin jenuh dengan uap air maka butiran-butiran air akan mengalami proses presipitasi (jatuhnya butiran air ke permukaan bumi).
Presipitasi ini dapat turun dalam bentuk hujan maupun salju, hal ini bergantung pada suhu udara saat presipitasi terjadi. Jika saat presipitasi terjadi suhu udaranya diatas titik beku maka presipitasi akan turun sebagai hujan. Namun jika saat presipitasi suhu udaranya dibawah titik beku maka presipitasi akan turun sebagai salju.
Apabila hujan jatuh di daerah beriklim dingin, airnya tidak langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir di permukaan atau menguap akan tetapi air tersebut akan menjadi salju atau es. Snowpack (salju padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair mengalir di atas tanah sebagai snowmelt runoff (limpasan salju yang mencair).
Hujan yang jatuh di daratan dan sebelum mencapai jenuh, air masih dapat diserap oleh tanah (infiltrasi/perkolasi) dan disimpan sebagai air tanah. Jika telah melebihi kejenuhan, air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan dialirkan sebagai limpasan permukaan (surface run off) ke sungai, danau, laut dimana siklus hidrologi mulai.
Hujan yang jatuh di laut mengakhiri siklus ini dan akan mulai dengan siklus yang baru.

 

Posted by : Juragandlieur
This post Updated at :Friday, October 16, 2015