Tanda baca

Sunday, 25 October 2015

Tanda baca

Apa yang dimaksud dengan tanda baca?
Tanda baca adalah salah satu jenis Ortografi [tanda-tanda yang dipakai dalam sistem ejaan]. Tanda baca banyak sekali jenis dan tipenya yang masing-masing mempunyai fungsi yang tidak sama. Diantaranya adalah :
  • Tanda titik ( . ); 
Fungsi dan pemakaian tanda titik :
  1. Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Contoh: Saya berasal dari Jawa Barat. Ayahku tinggal di Karawang.
  2. Dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan pangkat dan sapaan. Contoh: Dr. Pasha, Tn. Hadid
  3. Dipakai pada akhir singkatan nama orang. Contoh: Hadid S. Rusmana
  4. Dipakai pada belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar. Contoh: I. Pendahuluan, A. Kata Pengantar, B. Daftar Isi
  5. Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit dan detik yang menunjukkan waktu. Contoh: Pukul 5.15.30 (Pukul 5 lewat 15 menit 30 detik).
  6. Dipakai dalam daftar pustaka diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru dan tempat terbit. Contoh: Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.
  7. Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Contoh: Desa ini berpenduduk 20.150 orang.
  • Tanda Koma (,)
  1. Dipakai di antara unsur – unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh: Saya membeli kertas, plastik, dan gunting.
  2. Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dan kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan. Contoh: Semua mahasiswa harus pergi, kecuali yang bertugas berjaga.
  3. Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimat itu. Contoh: Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
  4. Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk didalamnya oleh karena itu , jadi, lagipula, meskipun begitu, dan akan tetapi. Contoh:… oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
  5. Dipakai untuk memisahkan kata seperti o,ya,wah,aduh,kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. Contoh:O, begitu?
  6. Dipakai diantara nama orang dan gelar akademi yang mengikutinya untuk membedakannya dan singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Contoh: H. Rusmana, S.E.
  7. Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: Rp35,50
  8. Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Contoh: Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
  9. Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dan bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Contoh: “Di mana Saudara tinggal?” Tanya Karim.
  • Tanda Titik Koma (;)
  1. Dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. Contoh: Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
  2. Dipakai untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. Contoh: Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1)Berkewarganegaraan Indonesia;(2) Berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya;(3) Berbadan sehat; (4) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Dipakai untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. Contoh: Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaos; pisang, apel, dan jeruk.
  • Tanda Titik Dua (:)
  1. Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. Contoh: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  2. Dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contoh:  Ketua : Johanis Lomi
  3. Dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Contoh: Ibu  : "Bawa kopor ini, Nak!"
  4. Dipakai diantara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Contoh: Horison, XLIII, No. 8/2008: 8, Surah Yasin: 9
  • Tanda Tanya (?)
  1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Contoh: Kapan dia berangkat?
  2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Contoh: Dia dilahirkan pada tahun 1992 (?).

Posted by : Juragandlieur
This post Updated at :Sunday, October 25, 2015