Peran Air Bagi Tumbuhan

Sunday, 27 December 2015

Peran Air Bagi Tumbuhan

Air merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat hidup. Begitu juga tanaman. Air adalah salah satu komponen fisik yang sangat vital dan dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebanyak 85-90% dari bobot segar sel-sel dan jaringan tanaman tinggi adalah air (Maynard dan Orcott, 1987).
Dari seluruh senyawa yang dibutuhkan bagi tanaman, air merupakan senyawa yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Air terdapat di seluruh bagian tumbuhan, mulai dari air tanah di sekitar akar sampai ke batas permukaan air dan uap di daun. Air merupakan faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan (Devlin, 1975).
 
Fungsi air bagi tanaman yaitu :
  1. Sebagai senyawa utama pembentuk protoplasma.
  2. Sebagai senyawa pelarut bagi masuknya mineral-mineral dari larutan tanah ke tanaman dan sebagai pelarut mineral-nutrisi yang akan diangkut  dari satu bagian sel ke bagian sel yang lainnya.
  3. Sebagai media terjadinya reaksi-reaksi metabolik.
  4. Sebagai reaktan pada sejumlah siklus asam trikarboksilat.
  5. Sebagai penghasil hidrogen pada proses fotosintesis.
  6. Menjaga turdigitas sel dan berperan sebagai tenaga mekanik dalam pembesaran sel.
  7. Mengatur mekanisme gerakan tanaman seperti membuka dan menutupnya stomata, bunga serta melipatnya daun-daun tanaman tertentu.
  8. Berperan dalam perpanjangan sel.
  9. Sebagai bahan metabolisme dan produk akhir respirasi.
  10. Digunakan dalam proses respirasi (Noogle dan Fritz, 1983).
Selama siklus hidup tanaman, mulai dari perkecambahan sampai panen selalu membutuhkan air. Tidak satupun proses kehidupan tanaman yang dapat bebas dari air. Besarnya kebutuhan air setiap fase pertumbuhan selama siklus hidupnya tidak sama. Hal ini berhubungan langsung dengan proses fisiologis, morfologis dan kombinasi kedua faktor di atas dengan faktor-faktor lingkungan (Fitter, 1991).

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan air pada tanaman :
A. Jenis, bentuk dan umur tanaman.
  1. Jenis suka air; Jenis tanaman yang memerlukan air yang cukup banyak untuk dapat hidup dengan baik. Contohnya Jenis Adiantium, Begonia, Calathea, Dracaena, Dieffenbachia, Monstera, Peperomia serta jenis pakis-pakisan.
  2. Jenis menyukai air dalam jumlah sedang; Jenis tanaman yang memerlukan air yang cukup tapi tidak berlebih untuk tumbuh dalam kondisi yang sehat. Contohnya adalah Aglaonema, Anthurium, Philodendron dll.
  3. Jenis menyukai sedikit air; Merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik dalam keadaan sedikit air. Contohnya berbagai jenis tanaman Sukulen, Kaktus, Sansiviera, Chryptanthus dll.
    Bentuk daun juga harus diperhatikan, jika daunnya besar dan tipis, berarti tanaman tidak kuat kondisi kering dan membutuhkan relatif lebih banyak air dalam penyiraman. Jika daun ada lapisan lilinnya berarti sedikit tahan akan kondisi kering. Daun kecil akan menghindari penguapan air saat siang hari.

B. Lokasi dan kondisi sekitar tanaman.
    Peletakan tanaman pada sumber air membutuhkan air yang berbeda dengan yang diletakkan di tengah lapangan terbuka. Peletakan di dekat sumber air merupakan jenis tanaman yang menyukai kondisi air cukup banyak untuk pertumbuhannya, jenisnya pun berbeda dengan dengan tanaman yang tahan terhadap sinar matahari.

C. Jenis media tanam.
    Media merupakan material yang bersentuhan langsung dengan akar yang merupakan bagian tanaman yang sangat penting untuk penyerapan air dan unsur hara lainnya. Media tanaman yang umum digunakan adalah tanah, humus, sekam, pasir malang dan akar pakis.

D. Besar kecilnya pot.
    Pot kecil akan mempunyai tingkat kelembaban yang lebih kecil jika dibandingkan dengan media pada pot yang besar. Sedangkan pot yang besar mempunyai kelebihan dalam pertumbuhan akar tanaman. Banyaknya ruang yang tersedia dapat memberikan ruang yang cukup untuk bernafasnya akar.

E. Musim
    Musim kemarau dan musim hujan akan mempengaruhi penyiraman terhadap tanaman.

    Posted by : Juragandlieur
    This post Updated at :Sunday, December 27, 2015