Elnino

Friday, 8 January 2016

Elnino

El Nino

El Niño adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di samudra Pasifik sekitar equator khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Akibat terjadinya gejala ini, di sekitar pantai Peru banyak ikan mati dan hasil tangkapan menurun. Nelayan Peru memberikan julukan gejala ini dengan istilah El Niño [Anak laki-laki].
Secara umum El Niño merupakan fenomena yang muncul akibat interaksi antara atmosfer–lautan. Temperatur permukaan laut mempengaruhi permukaan udara di atasnya, sehingga tekanan udara berfluktuasi menimbulkan angin yang bergerak dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah dan menimbulkan arus laut yang bergerak searah dengan arah angin dominan. Selanjutnya distribusi arus menyebabkan adanya distribusi temperatur permukaan laut di berbagai daerah di seluruh muka bumi mempengaruhi sirkulasi angin di atasnya dan seterusnya.
Lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut akan menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim. Pola tekanan atmosfer didominasi oleh daerah tekanan tinggi subtropis yang hampir permanen di Timur Laut dan Pasifik Selatan dan daerah tekanan rendah di daerah Equator (Indonesia-Australia). Akibatnya angin Timur bergerak meluas ke Pasifik Equator.
Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena El Niño terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.  El Niño terjadi karena pemanasan di ekuator samudra pasifik dan pemanasan global juga menjadi salah satu unsurnya.

Sejauh mana pengaruhnya El Niño di Indonesia, sangat tergantung dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. Fenomena El Niño yang berpengaruh di wilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin. Namun bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup hangat tidak berpengaruh terhadap kurangnya curah hujan secara signifikan di Indonesia. Disamping itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
Dampak El Niño terhadap iklim di Indonesia akan terasa kuat jika terjadi bersamaan dengan musim kemarau, dan akan berkurang (atau bahkan tidak terasa) jika terjadi bersamaan dengan musim penghujan. Dampak El Niño berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lain, tergantung pada karakteristik iklim lokal. Dampak langsung dari El Niño yang bisa memicu masalah lain pada sektor pertanian, seperti gagal panen dan melemahnya ketahanan pangan adalah berkurangnya curah hujan dan terjadinya kemarau panjang.
Fenomena El Niño bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan.
BMKG melakukan pemantauan terhadap fenomena El Niño dengan memanfaatkan data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy [alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra] kemudian menganalisis perubahan suhu muka laut dari waktu ke waktu. Pemantauan ini dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. (Produk-produk analisis ini tersedia di web resmi BMKG).
Tahun Kejadian Kemarau Panjang bersamaan dengan kejadian El nino : 1903, 1914, 1925, 1965, 1977, 1982, 1987,1991, 1994, 1997.

Artikel lainnya mengenai El nino :






Posted by : Juragandlieur
This post Updated at :Friday, January 08, 2016