El Nino, La Nina - Klimatologi

El Nino - La Nina; Klimatologi

El Nino - La Nina


Juragandlieur; El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai memanasnya suhu muka laut di Ekuator Pasifik Timur (Nino 3.4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya).
El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar equator khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Akibat terjadinya gejala ini, di sekitar pantai Peru banyak ikan mati dan hasil tangkapan menurun.
Dalam perkembangan ilmu klimatologi dewasa ini, El Nino diartikan sebagai fenomena skala global dari sistem interaksi atmosfer-lautan yang ditandai dengan menghangatnya suhu muka laut di bagian tengah dan timur Pasifik Ekuator, atau anomali suhu mula lautnya positif.
Kejadian El Nino biasanya berasosiasi dengan kondisi kering (akibat minimnya curah hujan) di bagian timur Australia dan di bagian tengah dan timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur.
Ada 4 (empat) indikasi perubahan sirkulasi atmosfer-lautan selama kejadian El Nino, yaitu :
  1. Menghangatnya suhu muka laut di sepanjang perairan tengah hingga timur Samudera Pasifik.
  2. Meningkatnya konveksi atau perawanan di Samudera Pasifik tropis bagian tengah.Konsentrasi perawanan/konveksi berasal dari Australia dan Indonesia yang berpindah menuju Samudera Pasifik tropis bagian tengah.
  3. Melemahnya angin pasat tenggara (trade winds).
  4. Nilai SOI (Southern Oscillation Index) bernilai minus (negative).


La Nina

La Nina merupakan kebalikan dari El Nino ditandai dengan anomali suhu muka laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3.4).
La Nina merupakan fenomena laut-atmosfer digabungkan yang merupakan mitra dari El Nino sebagai bagian dari luas Selatan Osilasi El Nino - pola iklim. Selama periode La Nina, maka suhu permukaan laut di seluruh Timur Tengah khatulistiwa Samudera Pasifik akan lebih rendah dari normal dengan 3-5 °C.
Di Amerika Serikat, sebuah episode dari La Nina didefinisikan sebagai jangka waktu minimal 5 bulan kondisi La Nina
La Nina, terkadang disebut "Anti-El Nino" (kebalikan dari El Nino), dimana yang terakhir sesuai bukan dengan suhu permukaan laut lebih tinggi oleh penyimpangan minimal 0,5 °C, dan efeknya sering kebalikan dari El Nino. El Nino terkenal karena berpotensi bencana berdampak pada cuaca di sepanjang kedua Chili, Peru dan Australia.

Julukan El Nino - La Nina



El Nino
Nelayan Peru memberikan julukan gejala ini dengan istilah Anak laki-laki (El Nino).
El Nino (baca : el ninyo) adalah terjemahan dari bahasa Spanyol, yang berarti bocah laki-laki (boy-child). Istilah ini pertama kali digunakan oleh nelayan Peru sebagai pertanda suatu fenomena laut, yaitu adanya arus perairan/laut yang hangat di sepanjang pantai Amerika Selatan. Peristiwa ini biasanya terjadi pada waktu menjelang hari Natal (Christmas time).

El Nino diartikan sebagai Yesus Kristus yang lahir dalam wujud bocah laki-laki.
Kejadian El Nino memberikan dua pertanda bagi masyarakat Peru dan Ekuador, yaitu menurunnya hasil tangkapan ikan anchovy yang bernilai ekonomis tinggi dan tingginya curah hujan di daerah-daerah yang agak gersang/kering sehingga menimbulkan banjir yang meluas.
La Nina
Nama La Nina berasal dari Spanyol, yang berarti "gadis" analog dengan El Nino yang berarti "anak itu."
El Nino dan La Nina adalah peristiwa iklim ekstrem yang berulang dalam selang beberapa tahun di Indonesia

Pengaruh Elnino - La Nina di Indonesia

El Nino; Secara umum El Nino merupakan fenomena yang muncul akibat interaksi antara lautan–atmosfer. Temperatur permukaan laut mempengaruhi permukaan udara diatasnya, sehingga tekanan udara berfluktuasi menimbulkan angin yang bergerak dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah dan menimbulkan arus laut yang bergerak searah dengan arah angin dominan. Selanjutnya distribusi arus menyebabkan adanya distribusi temperatur permukaan laut diberbagai daerah di seluruh muka bumi mempengaruhi sirkulasi angin di atasnya dan seterusnya.
Lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut akan menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim. Pola tekanan atmosfer didominasi oleh daerah tekanan tinggi subtropis yang hampir permanen di Timur Laut dan Pasifik Selatan dan daerah tekanan rendah di daerah Equator (Indonesia-Australia). Akibatnya angin Timur bergerak meluas ke Pasifik Equator.
Dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia (pasifik equator bagian barat) umumnya hangat dan karenanya proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk. Namun ketika fenomena El Nino terjadi, saat suhu permukaan laut di pasifik equator bagian tengah dan timur menghangat, justru perairan sekitar Indonesia umumnya mengalami penurunan suhu (menyimpang dari biasanya). Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia.
El Nino terjadi karena pemanasan di ekuator samudra pasifik dan pemanasan global juga menjadi salah satu unsurnya.



Sejauh mana pengaruhnya El Nino di Indonesia, sangat tergantung dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. Fenomena El Nino yang berpengaruh di wilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin. Namun bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup hangat tidak berpengaruh terhadap kurangnya curah hujan secara signifikan di Indonesia. Disamping itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
Dampak El Nino terhadap iklim di Indonesia akan terasa kuat jika terjadi bersamaan dengan musim kemarau, dan akan berkurang (atau bahkan tidak terasa) jika terjadi bersamaan dengan musim penghujan. Dampak El Nino berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lain, tergantung pada karakteristik iklim lokal.
Dampak langsung dari El Nino yang bisa memicu masalah lain pada sektor pertanian, seperti gagal panen dan melemahnya ketahanan pangan adalah berkurangnya curah hujan dan terjadinya kemarau panjang.
Fenomena El Nino bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan.
Datangnya El Nino ditandai oleh turunnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia dan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian timur. Turunnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia membuat berpindahnya warmpool (kolam hangat) dari perairan Indonesia ke Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan mengakibatkan berkurangnya curah hujan disebagian besar Indonesia. Inilah yang menyebabkan suhu menjadi panas yang dapat memicu kekeringan dan kebakaran, terutama dibagian timur Indonesia.
La Nina; Kejadian La Nina sering didahului oleh El Nino kuat.
Fenomena La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila berasosiasi dengan menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia. Demikian halnya El Nino, dampak La Nina tidak berpengaruh ke seluruh wilayah Indonesia.
Datangnya La Nina ditandai oleh naiknya suhu permukaan laut di perairan Indonesia dan menurunnya suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian timur.
Sederhananya, pengaruh El Nino dan La Nina di Indonesia adalah :
El Nino mengakibatkan kekeringan dan kebakaran, La Nina membuat hujan turun semakin deras dan berpotensi banjir.

Peranan BMKG

BMKG melakukan pemantauan terhadap fenomena El NiƱo dengan memanfaatkan data-data atmosfer dan kelautan yang terekam melalui weather buoy [alat perekam data atmosfer dan lautan yang bekerja otomatis dan ditempatkan di samudra] kemudian menganalisis perubahan suhu muka laut dari waktu ke waktu. Pemantauan ini dilakukan dengan membuat peta perkembangan suhu lautan baik sebaran spasial (lintang-bujur) maupun irisan vertikal yaitu peta suhu laut untuk beberapa tingkat kedalaman. (Produk-produk analisis ini tersedia di web resmi BMKG).
Tahun Kejadian Kemarau Panjang bersamaan dengan kejadian El nino : 1903, 1914, 1925, 1965, 1977, 1982, 1987,1991, 1994, 1997.


Judul :

El Nino - La Nina | Juragandlieur


Tag : #elnino, #lanina

Comments



Popular Posts

Alat Untuk Mengukur Penguapan - Penguapan

Peran Air Bagi Tumbuhan

Sifat Bahan Pangan - Bahan Pangan

Manfaat Klimatologi

Alat Untuk Mengukur Suhu Udara