Posts

Showing posts with the label Pertanian

Pengaruh Cuaca Terhadap Pertanian

Pengaruh Unsur Cuaca dan Iklim Terhadap Pertanian. Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Pertanian. "Iklim menentukan apa yang dapat ditanam pada suatu lahan sedangkan cuaca sangat menentukan apa yang dapat dipanen". Juragandlieur ; Iklim merupakan salah satu faktor penentu utama yang berpengaruh untuk menentukan jenis tanaman dan sistem usaha tani yang sesuai dengan produktivitas potensi suatu lahan, sedangkan cuacalah yang akan menentukan produksi aktual (hasil panen) yang akan diperoleh. (Baca Artikel dengan Judul; Manfaat Klimatologi dalam Bidang Pertanian ) Apa pengaruh cuaca dan iklim terhadap pertanian? Unsur Cuaca/ Iklim Pengaruh Terhadap Pertanian RADIASI MATAHARI. Sumber Energi Untuk Fotosintesis. Hasil fotosintesis : bahan utama dalam pertumbuhan dan produksi tanaman. Peningkatan cahaya matahari meningkatkan laju fotosintesis mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Penurunan intensitas r...

Peran Air Bagi Tumbuhan

Peran Air Bagi Tumbuhan - Peran Air Peran Air Juragandlieur ; Air merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat hidup. Begitu juga tanaman. Air adalah salah satu komponen fisik yang sangat vital dan dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sebanyak 85-90% dari bobot segar sel-sel dan jaringan tanaman tinggi adalah air ( Maynard dan Orcott, 1987 ). Air merupakan faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan ( Devlin, 1975 ). Dari seluruh senyawa yang dibutuhkan bagi tanaman, air merupakan senyawa yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Air terdapat di seluruh bagian tumbuhan, mulai dari air tanah di sekitar akar sampai ke batas permukaan air dan uap di daun. Fungsi air bagi tanaman Fungsi air bagi tanaman, yaitu : Sebagai senyawa utama pembentuk protoplasma. Sebagai senyawa pelarut bagi masuknya mineral-mineral dari larutan tanah ke tanaman dan sebagai pelarut mineral-nutrisi yang akan diangkut  dari satu bagia...

Sifat Bahan Pangan - Bahan Pangan

Sifat Bahan Pangan Nabati dan Hewani Sifat Bahan Pangan Juragandlieur ; Bahan pangan hasil pertanian/peternakan memiliki sifat mudah rusak [ perishable ] sehingga memiliki umur simpan yang relatif pendek. Kerusakan atau kebusukan bahan pangan dapat terjadi akibat aktivitas mikrobia maupun aktivitas enzim yang ada pada bahan pangan tersebut, selain itu perubahan secara fisika-kimia juga dapat mempengaruhi kebusukan makanan. Kerusakan/kebusukan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor fisiologis , biologis , fisik , termik , hidratasi dan kimiawi . Karakteristik bahan pangan : Dalam arti luas dapat digambarkan atas sumber, pemanfaatan, sifat-sifat fisik bahan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bahan pangan. Faktor Fisiologis adalah faktor dari lingkungan tempat bahan hasil pertanian/peternakan berada, misalnya saja suhu. Suhu yang teramat tinggi akan lebih cepat merusak dibandingkan dengan suhu rendah. Kerusakan yang be...

Bahan Pangan Nabati dan Hewani - Bahan Pangan

Bahan Pangan Nabati dan Hewani - Pertanian Bahan Pangan Juragandlieur ; Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan setiap makhluk, khususnya manusia yang telah memilih macam tumbuhan dan hewan yang mudah dipelihara, mudah diolah, mudah disimpan dan diawetkan, serta mempunyai manfaat yang paling banyak; rasanya yang enak dan wangi. Pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati ( organik ), serta air dan bahan tambahan makanan ( non organik ), baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. Bahan pangan adalah hasil pertanian yang secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : Bahan pangan nabati Bahan pangan hewani Bahan Pangan Nabati Bahan pangan nabati adalah bahan-bahan makanan yang berasal dari tanaman (bisa berupa akar, batang, dahan, daun, bunga, buah atau beberapa bagian dari tanaman bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan yang diolah dari bahan dasar dari ...

Hortikultura - Budidaya Tanaman Kebun

Hortikultura - Pertanian Hortikultura Juragandlieur ; Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa latin “hortus” (tanaman kebun) dan “cultura/colere” (budidaya). Dari dua kata tersebut, hortikultura dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun atau cara menanam yang dapat dilakukan di pekarangan rumah atau kebun. “Hortikultura adalah segala hal yang berkaitan dengan buah, sayuran, bahan obat nabati, dan florikultura, termasuk di dalamnya jamur, lumut, dan tanaman air yang berfungsi sebagai sayuran, bahan obat nabati, dan/atau bahan estetika”. (Pasal 1 ayat 1 UU Republik Indonesia No. 13 Tahun 2013). Dilihat dari segi keilmuan yang merupakan cabang dari agronomi dan kesepakatan para ahli, hortikultura merupakan keilmuan yang mempelajari pembudidayaan tanaman kebun. Budidaya yang dimaksudkan adalah budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan, dan tanaman hias. Hortikultura telah menjadi sebuah metode budidaya pertanian modern yang memfokuskan pada budida...

Pertanian Lahan Kering - Lahan Kering

Lahan Kering - Pertanian Lahan Kering Juragandlieur ; Notohadiprawiro dan Suyana (1988 : 2003) memberikan pengertian lahan kering sebagai lahan tadah hujan ( rainfed yang dapat diusahakan secara sawah ( lowland, wetland ) atau secara tegal/ladang ( upland ). Lahan kering diterjemahkan dari kata " upland " yang menunjukkan kepada gambaran "daerah atas" ( Hasnudi dan saleh, 2006 ). Lahan kering pada umumnya berupa lahan atasan (terdapat di dataran tinggi/daerah pegunungan) yang ditandai dengan topografi bergelombang dan merupakan daerah penerima dan peresap air hujan yang kemudian dialirkan ke dataran rendah, baik melalui permukaan tanah/sungai maupun melalui jaringan bumi air tanah. Oleh karena itu lahan kering dapat didefinisikan sebagai dataran tinggi yang lahan pertaniannya lebih banyak menggantungkan diri pada curah hujan. Lahan atasan mencangkup lahan yang bertimbulan berombak ( undulating ) sampai bergunung dengan lereng 8% ke ...